10 Oktober 2009

enkripsi dengan java

pada malam ini saya ditagih lagi sama nofal, yang kemaren dia bertanya bagaiman caranya membuat enkripsi dengan menggunakan java,meskipun saya juga lagi pusing dengan coding2 saya yang Naudzublilah buanyaknya,tp demi mengamalkan ilmu yang bermanfaat disini saya akan mencoba memberikan contoh program menggunakan java untuk enkripsi data
pertama-tama ambil sebatang rokok dan nyalakan, kemudian jangan lupa bikin kopi berhubung saya bikinnya pada tengah malem, diruangan kantor yang hanya ditemani dengan salah satu temen sekantor saya yang juga sedang sibuk dengan coding .Net nya,hehe....
ok kitA mulai kembali ke LAPTOP (by mas TUKUL) dan mulai membikin class class nya, ini contohnya

/*
* To change this template, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/
package encryption.model;

import java.io.*;
import java.security.*;
import javax.crypto.*;
import javax.swing.JPasswordField;
import sun.misc.*;

/**
*
* @author yoga
*/
public class Encryption {

public Key key;
private String text;
private String generate;
Cipher cipher;

private JPasswordField jPasswordField1;

public Encryption() throws Exception{

text="";
generate="";
cipher = Cipher.getInstance("DES/ECB/PKCS5Padding");
try {
// File kunci ada, baca dan load kunci
ObjectInputStream ois = new ObjectInputStream(new FileInputStream("SecretKey.ser"));
key = (Key) ois.readObject();
} catch (FileNotFoundException e) {
/**
* File kunci tidak ada
* Buat kunci baru, Tentukan algoritma enkripsi yang ingin digunakan
* Algoritma enkripsi yang digunakan adalah DES
*/
KeyGenerator generator = KeyGenerator.getInstance("DES");

// Untuk menghasilkan kunci acak, generator membutuhkan angka acak
generator.init(new SecureRandom());

// generate kunci
key = generator.generateKey();

// simpan kunci keadalam file
ObjectOutputStream oos = new ObjectOutputStream(new FileOutputStream("SecretKey.ser"));
oos.writeObject((Key) key);
oos.close();
}
}
public void doEncryption() {
try{
cipher.init(Cipher.ENCRYPT_MODE, key);

String plaintext = getText();
byte[] stringBytes = plaintext.getBytes("UTF8");

// lakukan enkripsi
byte[] raw = cipher.doFinal(stringBytes);
BASE64Encoder encoder = new BASE64Encoder();
String cipherText = encoder.encode(raw);
//System.out.println(cipherText);
this.setGenerate(cipherText);
}catch(Exception e)
{
System.out.println(e.getMessage());
}
}


public String getText()
{
return text;
}

public void setGenerate(String generate)
{
this.generate=generate;
}

public String getGenerate()
{
return generate;
}

public void setText(JPasswordField jPasswordField1) {
JPasswordField jPasswoedField = null;
this.jPasswordField1=jPasswoedField;
}
}

setelah itu langkah kedua kita bikin class seperti dibawah ini, tarik nafas dalam2 dulu biar rilexs

package encryption.viewcontrol;

import encryption.model.Encryption;
public class EncryptionGUI extends javax.swing.JFrame {
Encryption e;
public EncryptionGUI() {
try{
e = new Encryption();
}catch(Exception e) {
}
initComponents();
}
// //GEN-BEGIN:initComponents
private void initComponents() {
jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
jTextField2 = new javax.swing.JTextField();
jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
jButton1 = new javax.swing.JButton();
jPasswordField1 = new javax.swing.JPasswordField();

setDefaultCloseOperation(javax.swing.WindowConstants.EXIT_ON_CLOSE);
jLabel1.setText("password");

jLabel2.setText("result");

jButton1.setText("generate");
jButton1.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
tombolGenerate(evt);
}
});

javax.swing.GroupLayout layout = new javax.swing.GroupLayout(getContentPane());
getContentPane().setLayout(layout);
layout.setHorizontalGroup(
layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
.addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, layout.createSequentialGroup()
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING)
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addContainerGap()
.addComponent(jButton1))
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addGap(17, 17, 17)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
.addComponent(jLabel1)
.addComponent(jLabel2))
.addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED, 29, Short.MAX_VALUE)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, false)
.addComponent(jPasswordField1)
.addComponent(jTextField2, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 174, Short.MAX_VALUE))))
.addGap(154, 154, 154))
);
layout.setVerticalGroup(
layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
.addGroup(layout.createSequentialGroup()
.addGap(23, 23, 23)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
.addComponent(jLabel1)
.addComponent(jPasswordField1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
.addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED)
.addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
.addComponent(jLabel2)
.addComponent(jTextField2, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
.addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED)
.addComponent(jButton1)
.addContainerGap(23, Short.MAX_VALUE))
);
pack();
}// //GEN-END:initComponents
private void tombolGenerate(java.awt.event.ActionEvent evt) {//GEN FIRST:event_tombolGenerate
e.setText(jPasswordField1);
doEncryptionGUI();
}//GEN-LAST:event_tombolGenerate
public static void main(String args[]) {
java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {
public void run() {
new EncryptionGUI().setVisible(true);
}
});
}
// Variables declaration - do not modify//GEN-BEGIN:variables
private javax.swing.JButton jButton1;
private javax.swing.JLabel jLabel1;
private javax.swing.JLabel jLabel2;
private javax.swing.JPasswordField jPasswordField1;
private javax.swing.JTextField jTextField2;
// End of variables declaration//GEN-END:variables
public void doEncryptionGUI() {
e.doEncryption();
jTextField2.setText(e.getGenerate());
}
public void setEncryption(Encryption e) {
this.e=e;
}
}

oh ya class diatas ini merupakan class yang dibuat dengan menggunakan model java form dengan netbean 6.5 jadi saya coba masukan source nya aja,,
setelah itu kita buat class main nya utk memanggil form yang telah kita buat

package encryption;

import encryption.model.Encryption;
import encryption.viewcontrol.EncryptionGUI;



/**
*
* @author yoga
*/
public class Main {

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args)throws Exception {
// TODO code application logic here
EncryptionGUI eg =new EncryptionGUI();
Encryption e = new Encryption();
eg.setEncryption(e);
eg.setVisible(true);
}

}

sebelum di run jangan lupa kopinya diminum dulu keburu dingin, dan baca BISMILLAH..
nah kira2 seperti itulah coding sederhana untuk mengenkripsi sebuah character dan numeric yang ingin dienkripsi..

SELAMAT MENCOBA....!!!

27 Agustus 2009

Pacaran dulu baru Menikah atau Menikah dulu baru Pacaran??

pacaran,,,.???
yah sebuah kata yang sangat lah akrab sekali kita dengar dan kita suarakan...apalagi di kalangan kawula muda....bahkan tak pelak di kalangan anak2 yang notebene masih BO alias Bimbingan Orang Tua,itu pun sudah menjadi sebuah pembendaharaan kata yang tak asing bagi mereka.yah kata pacaran sangat identik bagi mereka yang dalam kondisi dilanda prahara cinta...yah ntah apa lah itu namanya...yang pada intinya adanya ketertarikan diantara dua insan manusia yang berlawanan jenis,,,bahkan sampai yang satu jenis(*naudzubillah kalo yang satu ini...segera tobatlah..),,..
tp pada era sekarang ini banyak orang tua yang takut akan kata pacaran,,khususnya orang tua yang memiliki anak gadis,,,,karena mereka berpendapat "anak muda jaman sekarang berbeda dengan anak muda jaman dulu" yah jaman waktu orang tua kita masih muda dulu. perubahan jaman, perkembangan tehnologi, bisa mempengaruhi akhlak dan moralitas manusia...,nah sekarang akhlak dan moral yang seperti apa yang di ciptakan dari sbuah berkembangnya tehnologi, baik kah ato buruk kah...??nah itu kita kembalikan pada diri kita masing2...
perkembangan tehnologi juga berpengaruh terhadap seni berpacaran saat ini..,tak kita pungkiri buanyak pacaran yang ga sehat,,dalam arti bukan pacaran terus meriang,flu,demam,dan panu,,hehee....tapi menjalin sebuah hub pacaran yang di jadikan kedok dan utk diambil kesempatan dalam melakukan hub sex sebelum menikah...hingga sering terjadi MBA(merried by accident)tuh kalo yang tanggung jawab,,kl yang lebih parrah lagi Aborsi dimana2...
kondisi sekarang ini lah sering kita ketemui dalam sosial masyarakat muda sekarang....
oleh karena itu banyak orang tua yang takut melihat anaknya pacaran di usia belia...pasti mereka akan berkata...."Jangan pacaran dulu,selesaikan sekolah aja belum bener" ato "jangan pacaran dulu cari kerja dulu baru cari pacar" kalo yang kalimat kedua sih biasanya utk anak yang berjenis kelamin cowok....
ntah karena takut dengan isu2 dan kenyataan yang beredar apa ada alasan lain,,,dengan alasan klise biar sekolahnya ga terbengkalai, waktu belajar ga tersita, dan atau mereka ga mau mengeluarkan uang saku tambahan hanya untuk sekedar anaknya pacaran,,hehe....
tapi yah itu lah apa yang sering terjadi dilingkungan kita,,,,
landasan pendidikan agama yang kuat pun sangat penting..tp tak jarang meski pun sudah mempunyai landasan agama,pendidikan tentang agama yang kuat masih kecolongan juga melakukan pacaran yang ga sehat,,,
sampe temen saya pernah berkata dengan saya dengan bangga dia memproklamirkan teori dia tentang hal yang berhubungan dengan sex bebas...dia bilang "kl orang jaman dulu ga ada sex bebas karena pada usia dini sudah pada disuruh nikah,,kalo jaman sekrang kan gag makanya banyak terjadi sex bebas,,karena pada masa umur muda sekarang baru tingginya masa puber...nah kalo orang dulu seumuran seperti kita tapi mereka sudah banyak yang menikah..." yah kurang lebihnya seperti itu lah teori yang dipaparkan ke saya....
tp kl di telaah lagi mungkin ada benarnya juga atau justru teori gombloh,,,,hehehe....maap prent just kidding...karena seringnya kita melihat apa yang ada dilingkungan kita tentang pacaran yang sering diisi tentan bumbu romantisme yang belum waktunya, tak pelak terkadang membuat orang menjadi takut untuk melakukan hub pacaran, bahkan sempat berpikir mau menikah dulu baru pacaran, salah satunya utk menghindari zina dan apa lah menurut dalih mereka,,,bener juga alasannya...padahal kalo kita menilik pacaran itu sebenarnya adalah dimana masa kita untuk saling melihat dan mempelajari karakteristik pasangan kita,,jadi pada saat menikah kita gag akan menyesal karena kita sudah tau,,bagaimana pasangan kita,,,tp kalo menikah dulu pacaran dengan dalih utk menghindari hal2 yang dilarang oleh agama...gag menutup kemungkinan perceraian dini pun akan semakin marak,,,ya gag sih..??tapi kalo emang sudah mau menerima sih yah why not,,sah...sah....aj mau menikah dulu pacaran,,,tapi terjadinya konflik akan sering mudah terjadi....yah semua itu emang ada resikonnya...tergantung bagaimana kita mensikapinya dan mengendalikannya....mau pacaran dulu baru nikah ato nikah dulu baru pacaran...???itu pilihan anda....anda lah yang bisa menentukan dan memilih mana yang terbaik buat anda....yang jelas semua itu ada resiko dibalik pilihan kita,,,nah tergantung kita bagaimana meminimalisir resiko yang ada,...pada intinya semua kita kembalikan pada diri kita masing2...kl emang kita bisa menjaga pacaran dengan pacaran sehat...yah pacaran aja,,tp klo takut setan nafsu...dateng tiba2 yah nikah aja dulu baru pacaran,,,.nah tp pertanyaan yang mengikuti dalam pacaran setelah menikah adalah itu berdasarkan cinta atau nafsu....jawabannya ada pada diri kalian yang menjalani....
selamat memilih mana yang terbaik buat anda....yang penting teruslah bermimpi dan wujudkan apa yang menjadi mimpi mu....!!!!

26 Februari 2009

BAYANG – BAYANG TRAUMA

Pengalaman masa lalu adalah guru yang akan buat kita selangkah lebih maju. Trauma masa lalu janganlah kau jadikan bayang – bayang semu di dalam kehidupanmu. Jangan terlalu lama kau melihat kaca sepion mu untuk kau tengok jalan yang pernah kau tempuh. Tatap lah kedepan, pandang lah masa depan dan raih lah bintang yang kau inginkan. Keluar lah dari belenggu, dan bukalah borgol trauma yang memenjarakan dirimu. Jangan kau jadi kan trauma mu menjadi hantu yang selalu membayangimu.

Yang membuatmu takut untuk merajut sesuatu yang tersudut.

Lakukan saja apa yang kamu inginkan, Walau hal tersebut pernah kau lakukan dengan kesalahan. Kesalahan yang pernah kau buat bukan lah tali pengikat didalam suasana hati yang penat. Orang bijak berkata seekor keledai tak akan jatuh pada lubang yang sama. Jadi kita tidak perlu takut untuk melewati jalan yang pernah kita lalui meski kita pernah terperosok didalam lubang jalan itu. Jika kau takut maka kau akan semakin tersudut, apa yang kau inginkan tak kan pernah kau renggut, dan takkan pernah terebut, hilanglah kata salut. Andai kau tetap berdiri dan sembunyi didalam bilik, maka apa yang kau dapat semakin pelik, dan kian terus mencekik. Kesalahan waktu dulu adalah pedoman jejak langakahmu. Bangun dan bangkitlah, lepaskan semua beban yang menahan dirimu untuk berjalan. Raihlah angan mu jika memang itu yang terbaik bagimu, jangan kau menyesal di kemudian hari, sebab tiada arti. Hilangkan dan enyah kan trauma yang selalu mendekap dan menyelimutimu.

05 Desember 2008

test

ini posting pertama ku. hore jadi....